Depok TPI

15 April 2006 oleh paydjo

Kalo sebelumnya wisata pantai di Jogja identik dengan Parangtritis, coba dech satu alternatif baru, Depok TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Lokasinya tidak jauh dari Parangtritis. Bahkan bisa jalan kaki dari Parangtrits, kalo mau lho :D Jalan masuknya sebelum loket retribusi Parangtritis ambil aja jalur ke kanan, sudah ada petunjuknya kok.

Q: Djo, bukannya masuk ke Parangtritis baru ambil kanan?
A: Yup, rute yang dulu emang seperti itu, tapi sekarang sudah dibuatkan jalur alternatif baru tidak perlu masuk ke Parangtritis. Mungkin Pemkab Bantul tidak mau rugi, dengan dibuatkan jalur baru, jika wisatawan ingin ke Parangtritis dan Depok kan bayar retribusi 2x $-)

Q: Trus apa perbedaannya dengan Parangtritis?

Jika di Parangtritis kita hanya disuguhi tontonan air dan mitos soal penguasa laut selatan, di Depok kita bisa menikmati ikan laut segar. Bisa dibawa pulang, bisa juga langsung dibakar disitu.

Suasana pantainya juga lebih terjaga. Daerahnya masih bersih jika dibanding dengan Parangtritis. Meskipun TPI dan banyak pedagang ikan segar disana. Bau amis tidak begitu menyengat seperti kawasan nelayan pada umumnya.

Dan yang bikin asyik, pedagang disana gag resek dalam menjajakan dagangannya. Kurang tau kalo nanti jadi terkenal apa bakal tetap seperti itu.

Kalo di Parangtritis atau pantai2 sekitarnya tempat parkir dikelola perseorangan, jadi buat pengendara motor sering jadi rebutan para tukang parkir. Di Depok TPI, parkir dikelola Koperasi, kalo tidak salah namanya Koperasi Mina Wisata, jadi parkirnya enak, gag jadi rebutan.

Q: Djo, aku pernah ke Jogja, tapi kok baru dengar ada tempat Depok TPI?
Yup, Depok TPI memang baru ada sekitar 4-5 tahun ini. Awalnya para nelayan dari Cilacap berlabuh di daerah situ. Lama kelamaan banyak nelayan dari Cilacap yang berlabuh dan mendirikan tempat untuk berjualan hasil tangkapan.

Warga sekitar yang semula tidak ada yang jadi nelayan akhirnya belajar dari nelayan2 Cilacap tersebut kemudian beralih profesi jadi nelayan juga. Dari ngobrol2 dengan seorang nelayan, saat ini di Depok ada sekitar 100 nelayan dan 40 perahu. Setiap perahu rata2 2 orang.

Q: Kalo ingin benar2 dapet ikan segar enaknya kesana jam berapa Djo?
Nelayan2 di Depok biasa melaut pagi hari dan kembali siang harinya. Jadi kalo ingin menikmati ikan segar ato lihat pelelangan ikan datang saja sekitar jam 13:00-14:00.

Q: Emang biasanya hasil tangkapannya berapa?
Jika musim panen (istilah yang digunakan nelayan untuk menyebut musim yang banyak ikan) tiap perahu bisa memperoleh minimal 100 kg ikan. Kalo musim paceklik (musim jarang ada ikan) tiap perahu bisa memperoleh 20 kg saja sudah untung.

Q: Hasil tangkapannya apa saja Djo?
Waduh, kalo ini aku lupa, soalnya banyak banget, yang aku ingat cuman bawal dan layur :D
Tapi kalo dilihat dari yang dijual ada kepiting, udang, dan banyak jenisnya (ketahuan kalo gag tau jenis2 ikan) :-$

Q: Kalo musim paceklik kita bisa gag makan ikan dunk kalo kesana?
Tenang saja. Yang dijajakan disana tidak menggantungkan hasil tangkapan nelayan lokal kok. Kalo hanya mengandalkan hasil tangkapan nelayan lokal jelas tidak bakal mencukupi kebutuhan wisatawan. Biasanya mereka mendatangkan ikan dari Baron, Pacitan dan beberapa TPI sekitar. Bahkan pernah juga mendatangkan dari Semarang (ini kata pak nelayan tadi lho)

Pokoknya kalo wisata pantai di Jogja jangan lewatkan mampir di Depok. Dijamin gag rugi kok.

Popularity: 4% [?]

Artikel terkait:
Tulis komentar

1 komentar untuk tulisan ini

  1. roby menulis:

    wah kalo yang ini nih memang asyik…

    aku pernah kesana naik kuda kesayangan (kuda genjotan) 2 setengah jam nyampe sana, maklum, kudanya emang gak haus sih, yang nunggangin yang kehausan. lagian emang jauh juga, 24 km sampai pintu masuk paris, masuk ke pantainya 4 km. kok tau yach. kalo touring naik kuda, jangan sampe ketinggalan peta donk, biar kaya penjelajah beneran :d

    ada satu lagi di Depok yang belum kecantumin disini, depok terletak sebelah timur muara sungai (gak hafal, sungai apa yach?). sebelum sungai menemui lautan, ada danau-nya, :o
    sebenarnya bukan danau, tapi karena banyak delta disana, jadi muara makin luas dan membentuk danau.

    wah, bagus coi.
    masih alami, waktu aku kesana, ada bebek2 berenang, ada burung liar (kalo gak salah burung bangau). ada juga nelayan sedang nyari ikan di tengah2 tenangnya air danau.

    ternyata bukan cuman gelombang yang bikin indah…
    kalo mau cerita yang lebih lengkap ?…

    tunggu aja peluncurannya di Blog-ku http://roby.blogsome.com
    sekarang belum sempat nulis. :)

Tinggalkan Komentar

antareja