Makna Minal ‘aidin wal Faizin
10 October 2007 oleh adminSalah satu kalimat yang paling banyak diucapkan ketika lebaran adalah “Minal ‘aidin wal faizin” (surveynya asal). Tapi taukah kita makna “minal ‘aidin wal faizin” tersebut?
Sebagian besar pasti menjawab artinya adalah “Mohon maaf lahir dan batin”. Karena biasanya ini jadi satu rangkaian, “Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin”. Jadi secara tidak langsung kita menganggap “mohon maaf lahir dan batin” adalah arti dari “minal ‘aidin wal faizin”
Kebetulan tadi ada teman yang nanya, jadi kepikiran untuk kupipes pendapat M. Quraisy Shihab tentang makna “Minal ‘aidin wal faizin”
“Minal ‘aidin wal faizin,” demikian harapan dan doa yang kita ucapkan kepada sanak keluarga dan handai tolan pada Idul Fitri. Apakah yang dimaksud dengan ucapan ini? Sayang, kita tidak dapat merujuk kepada Al-Quran untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata ‘aidin, karena bentuk kata tersebut tidak bisa kita temukan di sana. Namun dari segi bahasa, minal ‘aidin berarti “(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali.” Kembali di sini adalah kembali kepada fitrah, yakni “asal kejadian”, atau “kesucian”, atau “agama yang benar”.
Setelah mengasah dan mengasuh jiwa – yaitu berpuasa – selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dn menemukan “jati dirinya”, yaitu kembali suci sebagai mana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengamalkan ajaran agama yang benar. Ini semua menuntut keserasian hubungan, karena – menurut Rasulullah – al-aidin al-mu’amalah, yakni keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam.
Sementara itu, al-faizin diambil dari kata fawz yang berarti “keberuntungan”. Apakah “keberuntungan” yang kita harapkan itu? Di sini kita dapat merujuk pada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang. Menarik juga untuk diketengahkan bahwa Al-Quran hanya sekali menggunakan bentuk afuzu (saya beruntung). Itupun menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami “keberuntungan” sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS 4:73)
Bila kita telusuri Al-Quran yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata fawz, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4:73) mengandung makna “pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi.” Kalau demikian halnya, wal faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya.
Salah satu syarat untuk memperoleh anugerah tersebut ditegaskan oleh Al-Quran dalam surah An-Nur ayat 22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan kasus Abubakar r.a. dengan salah seorang yang ikut ambil bagian dalam menyebarkan gosip terhadap putrinya sekaligus istri Nabi, Aisyah. Begitu marahnya Abubakar sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apapun kepadanya.
Tuhan memberi petunjuk dalam ayat tersebut: Hendaklah mereka meaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24:22).
Marilah kita saling berlapang dada, mengulurkan tangan dan saling mengucapkan minal ‘aidin wal faizin. semoga kita dapat kembali mendapatkan jati diri kita semoga kita bersama memperoleh ampunan, ridha, dan kenikmatan surgawi. Amin.
penjelasan kata per kata juga bisa disimak disini.
Incoming search terms for the article:
minal aidin wal faidzin, minaL aidin, minal aidin wal faizin, damarjati supajar, sejarah MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, makna idul fitri minal aidin wal faizin, gambar ayat minal aidzin, arti minal aidzin wal faizin, minal aidzin, damar jati supajar, Minal aidin wal, makna minal aidin, makna surah an nur ayat 22, pengertian minal aidin wal fa izin, minal aidzin wal, makna ‘minal ‘aidin wal faizin’, minal aidin walfaizin bahasa jawa, 7 makna surah An Nur ayat ke 31, makna kata tausyiah, makna arti idul fitri, apa arti minal aidin walfaizin, arti dari minal aidin walfaizin, arti minal aidin, arti minal aidin wal, arti minal aidin wal faidzin, arti minal aidin wal faizin, arti minal aidin walfaizin, arti minal aidzin, arti minal walfaizin, artinya minal aidin wal faizin, lagu asal minal aidil wal faizin, tulisan damarjati supajar,
Related posts:
rd Limosin menulis: Pada 14.10.07 jam 09:56
Imam menulis: Pada 24.10.07 jam 07:38
Seringkali kita (maksudnya saya) setelah sekian waktu beraktifitas terjebak pada rutinitas, akhirnya jenuh, kehilangan energi kreatif. Untuk me-refresh energi kreatifitas tersebut dapat dilakukan dengan mengingat kembali niat kita saat memulai aktifitas itu. Inilah Idul Fitri. Dan ini bisa kita lakukan berulang-ulang.
Katanya sih…