Met Ultah Fa

14 June 2005 oleh paydjo

Tadi Yayank bilang kalo hari ini Syafa ultah.

So, met ultah ya Fa.
Moga-moga kesempatan yang diberikan ama 4JJ1 dapat dimanfaatkan dengan optimal,
makin barakah hidupnya,
makin dewasa,
moga tercapai cita dan cintanya,
moga cepet dapet gebetan :x (kan dah boleh paca**n) ups ;))

(bingung mo nulis apa) :D

Popularity: 1% [?]

Kura-kura

11 June 2005 oleh paydjo

kura-kura
Barusan bokap telpon, kura-kura gw yg satu mati :((

Di rumah, gw punya piaraan kura-kura sepasang. Lebih tepatnya penyu bukan kura-kura. Soale pas sekolah dulu pernah baca perbedaan kura-kura ama penyu diantaranya:

  • kura-kura lebih senang berada di darat, atau kadang di rawa-rawa, sedangkan penyu lebih senang di air, khususnya laut
  • kura-kura bisa bersembunyi ke tempurungnya, maksudnya melipat kepala dan kaki ke dalam, sehingga yang keliatan cuman tempurungnya doank, sedangkan penyu tidak bisa

perbedaan yang lebih lengkap soal kura-kura vs penyu bisa dilihat disini.

Nah, menurut gw, piaraan gw tuh masuk ke kategori penyu, bukan kura-kura. O iya, karena sepasang kuberi nama, yang betina bulus, yang jantan paklus :D

Gw gak tau cara mbedain kelaminnya gimana, tp kata penjualnya yang punya totol-totol banyak di bagian dada itu betina. Kurang tahu sih, betul apa gak, manut aja :D

Kata nyokap, kelupaan gak dikasih makan :((
Padahal sengaja gak tak bawa ke Jogja karena takut lupa gak dikasih makan.

Popularity: 3% [?]

Kisah dari Negeri yang Menggigil

10 June 2005 oleh paydjo

Ingat Faiz kan…,
anak kecil yang kirim surat ke Presiden (Waktu itu Presidennya Megawati).

Anak kecilpun bisa ikut merasakan penderitaan sesamanya, tapi….Pejabat & Politikus, yang katanya sudah makan asam garam kehidupan, tidak bisa atau tidak mau tahu merasakan penderitaan sesamanya…

KISAH DARI NEGERI YANG MENGGIGIL *
(Abdurahman Faiz, 7 Juni 2005)

(untuk adinda: Khaerunisa)

Kesedihan adalah kumpulan layang-layang hitam
yang membayangi dan terus mengikuti
hinggap pada kata-kata yang tak pernah sanggup kususun
juga untukmu, adik kecil

Belum lama kudengar berita pilu yang membuat tangis seakan tak berarti
saat para bayi yang tinggal belulang mati dikerumuni lalat karena busung
lapar

: aku bertanya pada diri sendiri benarkah ini terjadi di negeri kami?
Lalu
kulihat di televisi ada anak-anak kecil memilih bunuh diri
hanya karena tak bisa bayar uang sekolah
karena tak mampu membeli mie instan
juga tak ada biaya rekreasi

Beliung pun menyerbu dari berbagai penjuru
menancapi hati mengiris sendi-sendi diri
sampai aku hampir tak sanggup berdiri

: sekali lagi aku bertanya pada diri sendiri
benarkah ini terjadi di negeri kami?

Lalu kudengar episodemu adik kecil
Pada suatu hari yang terik
nadimu semakin lemah
tapi tak ada uang untuk ke dokter
atau membeli obat
sebab ayahmu hanya pemulung
kaupun tak tertolong

Ayah dan abangmu berjalan berkilo-kilo
tak makan, tak minum
sebab uang tinggal enam ribu saja
mereka tuju stasiun
sambil mendorong gerobak kumuh
kau tergolek di dalamnya
berselimut sarung rombengan pias terpejam kaku

Airmata bercucuran peluh terus bersimbahan
Ayah dan abangmu akan mencari kuburan
tapi tak akan ada kafan untukmu tak akan ada kendaraan pengangkut
jenazah
hanya matahari mengikuti memanggang luka yang semakin perih
tanpa seorang pun peduli

: aku pun bertanya sambil berteriak pada diri
benarkah ini terjadi di negeri kami?

Tolong bangunkan aku, adinda
biar kulihat senyummu
katakan ini hanya mimpi buruk
ini tak pernah terjadi di sini
sebab ini negeri kaya, negeri karya.
Ini negeri melimpah, gemerlap.
Ini negeri cinta

Ah, tapi seperti duka
aku pun sedang terjaga
sambil menyesali
mengapa kita tak berjumpa, Adinda
dan kau taruh sakit dan dukamu
pada pundak ini

Di angkasa layang-layang hitam
semakin membayangi
kulihat para koruptor menarik ulur benangnya
sambil bercerita tentang rencana naik haji mereka
untuk ketujuh kalinya

Aku putuskan untuk tak lagi bertanya
pada diri, pada ayah bunda, atau siapa pun
sementara airmata menggenangi hati dan mimpi.

: aku memang sedang berada di negeriku
yang semakin pucat dan menggigil
(Abdurahman Faiz, 7 Juni 2005)

Popularity: 2% [?]

Dorong Motor

09 June 2005 oleh paydjo

:((

Pagi2 belum sarapan, eh … motor ngadat. Bukannya macet, tapi bensinnya abis :( Kepaksa deh, dorong sampe tempat tukang tambal ban, lumayan bikin ngos-ngosan juga.

Salah gw juga sih. Udah tau jarum indikator metok di kiri masih main semplak aja. Untung dekat ama yang jualan bensin. Kalo gak bisa sekalian olah raga pagi kan.

Mungkin juga ini dah rezkinya tukang tambal ban. Selamat ya pak, dan terima kasih karena bapak jualan bensin pagi ini.

Popularity: 2% [?]

Potret Kepedulian Kita

08 June 2005 oleh paydjo

Dibalik gemerlap dan hingar bingarnya Jakarta, ternyata menyimpan sisa-sisa cerita buat kaum pinggiran. Mereka adalah sekumpulan orang yang mengadu nasib ke Ibukota dengan menggantungkan sejuta harapan.

Barusan mampir ke tempatnya Bi[G] ada sebuah artikel yang diambil dari harian Ibukota. Aku gak tau harus berkomentar apa, yang bisa aku lalukan hanya menulis ulang disini.

Baca selengkapnya »

Popularity: 2% [?]